Tuesday, 21 February 2012

Dunia Ibarat Bangkai Kambing

Pekan ini, dalam 3 hari saya makan “Sate Tegal Laka-Laka” 2 kali. Menurut saya, ini sate paling enak yang pernah saya makan. Tidak mengherankan bila warung makan yang terletak di di Jl. KH. Soleh Iskandar Bogor tersebut selalu ramai oleh pengunjung. Selain sate kambing tanpa lemak, menu favorit saya disini adalah sop kambing.

Saat saya makin sate itu, pikiran saya melayang kepada sebuah riwayat yang pernah saya baca. 

Suatu ketika Nabi Muhammad saw menemukan bangkai seekor kambing. Kemudian ia bertanya kepada sahabat, “Mengapa bangkai ini dibiarkan saja oleh pemiliknya?”

Jawab sahabat, “Oleh karena bangkai itu sudah tidak berharga lagi sehingga dibuang dan dicampakkan oleh pemiliknya.”

Maka ketika itu Nabi bersabda, “Demi Allah yang menguasai diriku, dunia itu lebih rendah dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing dalam pandangan pemiliknya.” 

Jlebb! Kata-kata tersebut menghujam dan menusuk ke dalam hati saya. Dunia yang kita kejar siang malam itu ternyata begitu rendah di mata Allah!

Sebagai seorang trainer yang lebih banyak menggunakan mulut untuk menyampaikan pesan, saya bertanya dalam hati,

“Mungkinkah yang keluar dari mulutku sesuatu yang bisa memuliakan diriku atau merendahkanku seperti layaknya bangkai kambing?" 

Malik bin Dinar pernah berkata, “Jika engkau melihat hatimu membatu, badanmu lemah, rezekimu terhalang, maka itu disebabkan oleh ucapanmu yang kotor dan tiada berguna.”

Karenanya, pastikanlah sesuatu yang kita ucapkan atau kerjakan tidak menambah kehinaan pada diri kita.

Selain itu, tidak pula menambah kehinaan bagi orang-orang di sekitar kita.

Pastikan pula ucapan dan tindakan baik kita bukan untuk pencitraan di hadapan manusia. 
Karena kalaupun pencitraan baik kita dapatkan nilainya tidak lebih baik dari bangkai kambing, seperti disampaikan tadi dalam riwayat Nabi.

Sate Laka Laka yang saya santap rasanya enak karena perpaduan daging dengan bumbunya tepat dan cocok dengan lidah saya. 

Kitapun akan bernilai dihadapan-Nya bila bumbu-bumbu kehidupan yang kita jalani tepat dengan kemauan Sang Pencipta. 

Namun bila kehidupan yang kita jalani jauh dari kehendak-Nya itu berarti kita lebih rendah dari bangkai kambing, busuk dan tak bernilai…